Kamis, 03 Oktober 2013

TENTANG MEREKA

Sejenak diam  dan berpikir  tentang apa dan bagaimana  yang akan aku  tuangkan dalam  goresan penaku malam ini, terasa angin malam bersenandung dan sebuah lukisan kenangan masa  masa 3 bulan yang lalu berbisik memberiku sebuah ide ide yang cukup menarik dan membuat senyum manis di kedua pipiku dan inilah ulasanku  tentang kalian……
Angin sepoi-sepoi menggores kulitku di siang itu seolah dia tau kalau saat itu kami sedang pusing memikirkan strategi apa yang akan kita usung bersama dalam rapat osis nantinya pada saat Masa Orientasi Peserta Didik tahun ini, angin inilah obat paling mujarap bagiku dan juga kawanku satu ini sebagai madu dalam lelah dan letihnya kami semua pengurus osis untuk mempersiapkan MOPD ini. Saat itu aku dan kedua kawanku ini sedang asik duduk di bawah pohon di pinggir lapangan sekolah sampil mengobati rasa lelah karena seharian ngurus ini ngurus itu, kami bertiga ngobrol ngobrol sambil bercanda tawa bersama tiba-tiba pandanganku tertujuh pada sosok segerombolan orang orang beralmamater orange yang berjalan masuk ke sekolah sejenak pandangan kami tertujuh pada mereka dan orang orang itu semakin dekat pada bangku yang kami tempati duduk yahh beginilah kami kalau ada orang baru pasti bawaannya cuek dulu mas brow hehhehe. Seorang pria berkulit kecoklatan menghapiri kami dengan langkah yang agak di rem-rem orang itu nampaknya ingin bertanya pada kami setelah sampai di samping kawanku dia pun berkata “ oh ya dek boleh kami bergabung dalam MOPDnya ??” serentak kami menjawab “ oh iya silahkan kak”  dengan senyum tipisnya dia pun mengangguk angguk. Pikiranku seolah selaras dengan kedua temanku ini kalau yang barusan bertanya itu pasti orang soppeng hehhehe…. Dengan alasan cara bicaranya yang bengkok itu pasti orang soppeng.
Dua hari berlalu sepertinya mereka  sudah agak nyaman dengan kondisi sekolah kami yang masih banyak kekurangan, setelah cerita ke cerita ternyata oh ternya salah satu dari 15 orang beralmamater orange itu adalah alumni pertama sekolah ini wach tidak di sangka bisa kembali ke sekolah terus KKN_PPL bagaimana ya rasanya? Jadi pengen hehehe….. hari demi hari berlalu tak terasa MOPD berlalu dan saatnya hari pesantren kilat di adakan untuk siswa dan siswi baru, dan kebetualan di acara itu 15 almamater ini yang di terdiri dari empat orang wanita dan sebelas orang pria turut berpartisipasi dalam acara ini wach kekagumanku pun muncul kepada mereka ternya walaupun tampang tampang anak tekhnik itu agak agak gimana gitu tapi mereka punya rasa yang sangat kental, dan sangat berbanding terabalik dengan apa yang saya banyangkan sebelumnya tentang mereka. Oke kembali ke semula, di antara wajah wajah itu ternyata terselip beberapa jiwa jiwa ustad lho hehehe….  Dtik demi detik berlalu dan akhirnya pesantren kilat itu berakhirlah sudah dan saatnya masa masa yang di tunggu tunggu bagi adik adik baru kami yaitu libur bulan ramdhan. Setelah hampir 1 minggu berorientasi pasti mereka lelah dan letih.
Sampai dimana mereka 2 minggu di kota yang sering dijuluki kota  kalong mereka keliling keliling dari fila yuliana, gasis, lejja dan tempat tempat yang ada di soppeng ini. Sampai pada harinya mereka mengadakan LDK bagi pengurus OSIS walaupun pesertanya tidak sebanyak yang mereka banyangkan tapi acaranya berjalan dengan sukses buktinya mereka sukses membawakan materi itu dan pada saat acara itu, kami mengenal keseluruhan kakak-kakak KKN dari korcam kak JAMAL, sekretarisnya kak HELMI, bendaharanya kak ALIFYA(nano) terus korseknya kak YUDI,sekretarinya kak LINA,bendaharanya kak ASS, dan para anggotanya dari kak aswar, kak akreni, kak nono,kak jhum, kak ardi,kk midung,, kak zaky, kak pilar hemb siapa lagi yaa??? Ku berputar putar mencari cari siapa lagi ya yang belum ku sebut hemmbb astaga!!! Hampir terlupakan pria bernama gusty mansyur(anaknya pak mansyur kata teman sekelasku) mereka ternyata ramah ramah dan di antara keramahan mereka terselip kaum adam yang sok tau tapi sok taunya itu berhadiah hehehe ya siapa lagi kalau bukan si kembar tapi beda kak helmi dan ………….. sepertinya tidak baik kalau di sebut malam ini soalnya malam jumat.
Sehari berlalu LDK ini membuat kami semua semakin akrab, bukan hanya sebagai guru dan muridnya juga sebagai teman sekaligus motivator terutama kepada tiara dan khususnya kepada saya sendiri,satu pelajaran yang saya dapat dari kebersamaan mereka kami yaitu rasa rendah diri dan keramahan mereka walaupun sekedar bercanda sebagai penghangat suasana mereka mampu membangun rasa kekeluargaan itu   kepada kami. Hari ke tiga di LDK kami mendapat sebuah kejutan yang tak pernah kami sangka sangka sebagai peserta di hari terakhir ini tepatnya jam 13.20 siang itu seluruh materi yang di bawakan telah selesai kami duduk berjejeran dengan bangku berbentuk huruf U di sinilah saat saat paling bersejarah bagiku dan teman teman anggota osis dimana air mataku tak bisa terbendung oleh siraman rohani dari mereka tentang kehidupan sebelum kami begitu pula oleh teman temanku yang  lain ada yang menagis tersedu seduh ada yang sedikit emosi yang jelasnya laki laki dan perempuan semunya meneteskan air mata penyesala setelah mereka mendengar suara suara dari microphone itu suara yang menceritakan sebuah kisah dramatis tentang kehidupan sebelum kami lahir dari perjungan kedua orang tua kami. Tangisan kami tak terbendung lagi sesaat atmosfir di ruangan itu menjadi panas dan menyesakkan, tapi semuanya itu sirna setelah kak jamal menyuruh kami untuk membuka kedua mata kami . serentak semuanya diam tapi sebagian kakak dari KKN ada yang tertawa entah apa yang lucu? Mungkin melihat kami menangis tapi semuanya terasa ringan saat kami saling bertatap muka dan saling tertawa bersama .
Setelah acara hari itu selesai  kami pung bergegas kembali ke posko mereka yang ada di belakan sekolah rasa canggu sehabis menangis masih mengikutiku sampai ke posko tapi melihat mereka bercanda rasa canggung itu hilang ternyata di balik almamater orange itu tersimpan kepribadian yang berbeda namun hampir serupa, sama sama galier….. waktu demi waktu berjalan hari demi hari berlalu tak terasa 2 bulan mereka di sini dua bulan juga mereka mengajar kami, walau agak berbeda caranya tapi mereka berusaha untuk jadi guru buat kami di dalam kelas sekaligus sebagai kakak. Dekat, akrab dengan mereka semakin terasa sampai sampai kami tak canggung canggung bolak balik ke posko, dan setiap kali bertemu pasti bercanda, teringat waktu kami bertiga menginstal laptop di posko mereka candaan candaan tak jarang kami dapat dari mereka dan seolah sudah terbiasa dengan hal  itu kami di buat cuek aja oleh mereka. Saat itu saat sempat menjanjikan sebuah juz alpukat pada kak gusti dan kak helmi dan yang nama juga becanda jusnya itu harus seember sampai sampai mereka berdua menjadikannya password untuk teman sekelasku untuk mengambil laptopnya yang aku titipkan diposko mereka, yaa ampun ada ada saja mereka .
Saat itu kegiatan ekstrakulikuler sedang pertemuan kebetulan ada 3 yaitu PRAMUKA, SISPALA, dan PMR  mereka giat giatnya berlati karena akan dia adakan sebuah kegiatan dari program kerja osis yaitu persami persahabatan yang di adakan di sekolah. Kami memberinya sebuah tema “ MERAJUT VISI DALAM KEBERSAMAAN” yang kerjasama dengan anak KKN. Tibalah saatnya  acara itu di laksanakan dimana malam harinya di adakan PENTAS SENI dan acaranya berjalan sukses, terkecuali mereka anggota SISPALA yang banyak mengalami kerasukan entah apa yang harus kami lakukan sebagai panitia, kami cemas, bingung melihat mereka teriak teriak kesakitan, dari sini kami bahu membahu membantu menyadarkan mereka untung banyak guru guru yang datang dan juga kakak kakak KKN yang turut menjadi bagian dari penyelenggara acara ini. Dari situlah kami menghibau agar peserta tidak terlalu bercanda berlebihan. Pentas seninya sangat meriah karena sebagian dari siswa dan siswi datang untuk menyaksikan acara malam ini.
Keesokan harinya kami mengadakan hiking ke  gunung gundul tetapi dengan jalur yang berbeda, setelah  kembali lagi ke sekolah kami semuah membersihkan semua sampah dan merapikan kembali sekolah yang telah kami tempati semalam. Berujung dari acara itu kami semuah bergegas pulang ke rumah masing masing dengan  membawa rasa lelah dan ngantuk. Setelah masuk sekolah kami saling mengungkapkan pendapat tentang acara malam kemarin di kelas masing masing. Dan tak terasa kami berada di penghujung bulan September  dimana sebentar lagi kakak kakak KKN akan penarikan kami dari berlomba lompa untuk memberikan kesan terbaik kami kepada calon guru ini nantinya amin. Acara acara riuh perpisaan itu terdengar, tersendak dalam benakku  semakin dekat dengan mereka semakin dekat juga mereka akan pulang ke Makassar untuk melanjutkan kuliah mereka  rasanya berat kalau mereka tidak meninggalkan sebuah kesan untuk kami. Aku dan suci berniat membuat acara perpisahan dengan mereka dan  inilah respon dari  kelasku XII MM1 mereka setuju dan kami pun dengan senang hati mengundang mereka untuk makan siang bersama sebagai acara terakhir dan ucapan terima kasih atas mereka mereka yang telah meluangkan waktunya untuk mengajar kami. Acara itu di rumah slaah satu teman kelasku yang bernama DIAN, setelah pulang sekolah kami berkumpul di rumah dan mereka 15 orang ini datang di tambah pelengkap dari KKN PGRI acaranya semakin ramai  dan berkesan dengan lagu lagu perpisahan dari kami XII MM1. Setelah acara itu tibalah mereka sibuk sibuknya dengan  laporang mereka masing masing.
Sehari sebelum mereka penarikan aku termenung bersama suci dalam kelas melihat mereka mondar mandir di lapangan untuk mengurus nilai dan laporan mereka, aku hanyut dalam lamunaku tak ada lagi guru pendamping yang sering kami bercandain, tak ku dapat lagi suasana yang ramai dari  mereka dan yang nantinya akan ku rindukan tangan tangan yang menyambut kedatangan kami di depan gerbang dengan senyum yang lebar di pagi hari, tak ada lagi motivator buat kami dan yang pasti tak ku dengar lagi ocehan ocehan bercandaan diri kak ass, kak gusti, kak helmi kak jamal kak yudi kak ardi dan kakak kakaknya yang lain. Mereka yang selalu sabar dengan sikap kami yang tidak bisa di atur selalu seenaknya, dan yang pasti tak ada teriakan lagi dari teras posko untuk kami. Kesan yang akan selalu ku ingat dari mereka adalah suatu pendukun untuk aku dan teman teman agar bisa menjadi seperti mereka nanti, kalau hari mungkin ada perpisahan bukan berarti di lain waktu nantinya aka nada pertemuan kembali, sampai buat kakak kakak semoga apa yang pernah kalian dapatkan selama di sini bukanlah menjadi sebuah rasa canggun kepada kami untuk selalu menjadikan kami adik adikmu.
Sampai jumpa lagi kak semoga nantinya kalian akan dapati kami di kampus orange dan menyambut kami dengan senyuman yang dulu pernah kami liat dan keramahn yang pernah kalian berikan kepada kami melalui goresan tinta ini aku dan teman teman mohon maaf apabila kami mempunya kesalahn selama kami mengenal kalian. Akan ku jadikan saat saat dulu sebagai suatu kenangan yang tak ternilai untuk kami jadikan sebuah pelajaran berharga dalam hidup ini.

                                                                                                                                       

Jumat, 20 September 2013

aku ada karena kau telah tercipta



untukku
Adzan magrib berkumandang di mesjid, saat itu pula aku sampai di rumah juga, huftt  rumah yang jarang ku kunjungi ini sebenarnya di sinilah aku lahir cuma besarnya di rumah nenekku, saat melangkahkan kaki naik ke tangga aku merasa ada yang aneh tapi entah apa itu aku sendiri tidak tau, ku hampiri sejumlah orang di ruang tamu ada om dan tante (pengantin baru) serta mertunya, nenk dan kakek dari ibu serta ke 2 nenek buyut-ku, mereka menatap ke arahku dengan wajah yang tak wajar bagi, sebenarnya risih mendengar pujian-pujian yang terlontar dari mulut mertua om-ku tapi apa boleh buat namanya orang tua wajarlah pertemuan pertama hehehehe.
Saat itu mereka sedang berbincang-bincah yaa yang namanya besan baru kalau ketemu hemb dari A sampai Z pun di bahas nggak habis-habis, wajar-wajar. Karna saat itu kepala ini rasanya sakit bukan kepalan jadi ku putuskan masuk kamar aja ma tante kecil hehehe tadinya kami lagi asik asik bercanda gurau,ngegosip dan lain-lainnya tiba tiba kami berdua medengar sebuah suara yang memanggil tante kecilku itu “ anii… ani… aniiiii”  suara itu semakin keras dan sangat asing di telingaku sponta aku dan tenteku itu berhamburan keluar kamar dan membuka pintu “siapaaa….. siapppaaa” dua kali kami menyahut  mencari sumber suara yang memanggil tadi tapi setelah agak lami kami menunggu sahutannya kembali, orang itu tak ada jadi ku pikir ach mungkin orang iseng kali’I .
Aku duduk di depan tv sambil berpikir siapa ya orang memanggil tapi, tiba-tiba nenekku datang dan bertanya” kamu kenapa nak”  ini tadi ada orang yang teriak manggil ani nek tapi setelah di cek orangnya tidak ada” mereka heran dengan kami berdua soalnya mereka tidak dengar apa-apa loh kok bisa dalam hatiku berpikir kembali “suaranya keras kok” kenapa mereka tidak dengar tiba-tiba sakit kepalahku kambuh lagi jadi ku putuskan untuk masuk kamar dan menguncinya dari dalam karena aku nggak mau orang orang enggangguku nantinya, tak berselang lama sakit itu semakin sakit dan seketikah ingatanku lumpuh dah sudah teriak teriak kesurupan omku yang ada di  luar langsung panic seketika mereka riuh olehku yang ada di dalam kamar, mereka memanggil manggil namaku untuk membuka pintu tapi dalam alam bawah sadarku aku sudah tertekan di dalam terpaksa mereka mendobraknyai. Saudara satu-astunya mamaku ini langsung merangkulku dengan eratnya dan langsung, seketika semua orang langsung datang termaksud istrinya.

Setelah sekian lama menagis tak henti-henti,teriak teriak kesakitan sesosok pria yang selalu ku panggil etta pun berkata nak saya paham kehadiranmu, dan kami mengerti rasa pedulimu pada saudara kembarmu tapi tolong jangan di ganggu ya adeknya… ternyaita yang ada padaku malam itu adalah kedua saudara kembarku, saat itu rasanya tertekan sekali serasa berada di antara dua dunia lain begitulah penuturan orang orang yang melihatku malam itu. Tuhan ku sadar kehadiran ke dua kakak-ku yang di sana semoga mereka selalu mendampingiku agar bisa menata diri dan hidupku saat ini, sampai ke depan nantinya amin……

Minggu, 15 September 2013

Rasa Sesaat

tawwa.jpgRasa sesaat

Inilah kota sempit yang ramai juga menyenangkan,setiap malam kalau aku sedang tidak enak badan atau tepatnya tidak enak hati aku selalu menghabiskan malam-malam seribu bintang di pinggir pantai kota ini rasanya itu ahh lega sekali ketika melihat deburan ombak yang menyapu bibir pantai yang ada di depanku, kalau sejuta orang mengenal seribu bulan, malam ini ku menyebutnya malam seribu bintang-bintang hehehe lebbay dech.

Oke selesai basa basinya wiya begitulah sebutan orang-orang kepadaku padahal namakukan aulia! Coba dech piker jauh melesetkan hehhehe tak apalah asalkan baik  tak apalah. hmmm kalau ngerasain hembusan angin malam ini jadi teringat 3 bulan yang lalu tentang someone yang pergi tak kembali, hufttt tuu kan jadi galau lagi dech bukan miss hijau lagi namanya tapi miss?? Masa galau udahlah yang lalu biarlah berlalu toch untuk apa di sesali yang pergi belum tentu kembali juga kan kalau kita     B E R S E D I H ,yang harus ku pikirkan sekarang harus kuat dan bangkit dari sakit terus pulih dech yang pasti aku tidak kehilangan orang-orang yang menyangiku keluarga,sahabat dan semua orang yang ada di sekelilingku saat ini aku masih punya teman-teman yang selalu ada untukku bahkan rela mendengar  mewekkanku setiap malam bila ku bersedih karna seseorang mereka selalu ada untukku dan mereka  selalu bilang padaku kamu jangan menagisi apa yang pergi tapi tersenyumlah pada apa yang tersisa saat ini, yaaaa Allah bersyukurnya aku saat orang yang ku percaya malah pergi dan entah kemana engkau hadirka kembali orang-orang yang pernah ku ragukan di sampingku untuk melihat kesedihanku dan menjadi penawar bagi perasaanku saat ini.
Teringat saat itu saat mereka membutuhkanku untuk sesuatu hal, aku malah pergi bersama orang yang tak ku kenal tapi selalu hadir di hari-hariku padahal kita Cuma duduk menghabiskan waktu seharian di tempat yang tak layak di kunjungi sedangkan ketiga sahabat-sahabatku bercucuran keringat mempersiapkan sebuah acara untuk amal aku malah senang-senang tak bererti bersama orang itu dan pulang dengan rasa yang tak bersalah sama sekali tapi mereka tidak marah apalagi kecewa mereka hanya tersenyum tipis ke arahku tampa kata, rasanya hampa tapi ku langsung sadar diri dan berkata “oke nanti malam aku hadir kok” malam itu kami janjian untuk pergi ke panti asuhan untuk melihat acara amal sesuai janjiku tadi sore pada teman-temanku, aku sudah siap-siap dibalut jilbab hijau aku mondar mandir ngga karuan menunggunya, ten tong teng tong jam dinding ruang tamu berdetak menjukkan angka 9 tapi orang yang ku tunggu tak kunjung datang padahal tadi sore aku sudah memberitahunya lewat pesan sisngkat (SMS) dan dia setuju juga untuk hadir.Dalam hati aku ngedumel sendiri dasar cowok, jadi terpaksa dech jalan sendiri ke panti itu.
Berselang dua hari sejak malam itu someone ngga pernah ada kabarnya, ku coba hubungi nomornya ngga tidak bisa pernah tembus, terpaksa dech aku cari-cari ke teman-temannya ternyata dia ke keluar kota dan ngga pamit padahan dia sudah janji padaku dia tidak akan meninggalkanku sebelum aku meninggalkannya,huaaaaaa dari situ aku mulai berfikir ternyata kita tidak boleh segampang itu percaya pada apa yang diucapkan seseorang, walaupun tulusnya terasa sampai ke jantung terus menjalar dan nyut-nyutan sampai kepala kalau Cuma sesaat apa gunanya, itu namanya tertipu abis abisan cewek lugu yang mirip kambing conge yang habis dikadalin ma buaya. Tapi aku bersyukur masih punya mereka dengan senyum tipis yang tulus dan seberkas cahaya terang dari kedua bola mata mereka, itu  sudah lebih dari cukup mengobati rasa kecewaku dari goresan yang di torehkan oleh seseorang  yang tak punya perasaan.
Jangan menganggap semua yang ada di depanmu itu selalu benar terkadang hal yang kecil yang berada di belakan kita itu jauh lebih bermakna dari yang kita bayangkan saat itu. Terkadang kebahagian tidak tercipta dari sebuah kesamaan yang serupa tapi terkadang kebahagian tercipta dari persamaan yang sejalan,
Saat itu angin malam berhembus menembus pori-pori kulitku di saat itu jua aku tersadar dari lamunganku tentang orang itu dan best friendku pun datang dengan senyum dan seberkas cahaya dari mata mereka seolah mereka tau apa yang ku rasakan malam ini…..
Terima kasih ya Allah untuk malam ini bulan jadi saksi persahabatan kami…




Kamis, 29 Agustus 2013

ikhlassnyaa hatii

mencarikan jubaaa kehormatan untuk orang tuaaa....
mengabdi untukk sang nenekk,,
berbekal  ikhlas untuk yang tercintaa demi ridho sang ilahiiiii
pengorbanan untukkk sebuah jubaaa untuknyaaa

Rabu, 03 April 2013

sinar terbenam

matahari saat itu bersinar sangat menyerik kulit ini
entah kenapa semakin kebarat sinarnya perlahan redup
orang yang dulu ku kenal dengan baik
ku banggakan setiap saat
kunanti dalam alunan mimpi mimpiku
kini iya menghilang
redup dalam sinarnya,aku kecewa berat karnanya
penantian mulai aku uraikan tapi apa daya yang datan hanya kejengkelan
banyang banyangnya mulai redup
dan tak meninggalkan bekas sedikit pun!
kini hanya ada penyesalan,penyesalan yang sangat berarti karna aku telah melepaskan sinar terlalu tergesah gesah dan pada akhirnya aku masuk di lubang yang tak berakhir gelap gulita....

Kamis, 28 Maret 2013

resah tampa bintang dilangit
galau tampa cahaya matamu
ayah_bunda