![]() |
| untukku |
Adzan magrib berkumandang di mesjid, saat itu pula aku sampai di rumah juga, huftt rumah yang jarang ku kunjungi ini sebenarnya di sinilah aku lahir cuma besarnya di rumah nenekku, saat melangkahkan kaki naik ke tangga aku merasa ada yang aneh tapi entah apa itu aku sendiri tidak tau, ku hampiri sejumlah orang di ruang tamu ada om dan tante (pengantin baru) serta mertunya, nenk dan kakek dari ibu serta ke 2 nenek buyut-ku, mereka menatap ke arahku dengan wajah yang tak wajar bagi, sebenarnya risih mendengar pujian-pujian yang terlontar dari mulut mertua om-ku tapi apa boleh buat namanya orang tua wajarlah pertemuan pertama hehehehe.
Saat itu mereka sedang berbincang-bincah yaa yang namanya besan baru kalau ketemu hemb dari A sampai Z pun di bahas nggak habis-habis, wajar-wajar. Karna saat itu kepala ini rasanya sakit bukan kepalan jadi ku putuskan masuk kamar aja ma tante kecil hehehe tadinya kami lagi asik asik bercanda gurau,ngegosip dan lain-lainnya tiba tiba kami berdua medengar sebuah suara yang memanggil tante kecilku itu “ anii… ani… aniiiii” suara itu semakin keras dan sangat asing di telingaku sponta aku dan tenteku itu berhamburan keluar kamar dan membuka pintu “siapaaa….. siapppaaa” dua kali kami menyahut mencari sumber suara yang memanggil tadi tapi setelah agak lami kami menunggu sahutannya kembali, orang itu tak ada jadi ku pikir ach mungkin orang iseng kali’I .
Aku duduk di depan tv sambil berpikir siapa ya orang memanggil tapi, tiba-tiba nenekku datang dan bertanya” kamu kenapa nak” ini tadi ada orang yang teriak manggil ani nek tapi setelah di cek orangnya tidak ada” mereka heran dengan kami berdua soalnya mereka tidak dengar apa-apa loh kok bisa dalam hatiku berpikir kembali “suaranya keras kok” kenapa mereka tidak dengar tiba-tiba sakit kepalahku kambuh lagi jadi ku putuskan untuk masuk kamar dan menguncinya dari dalam karena aku nggak mau orang orang enggangguku nantinya, tak berselang lama sakit itu semakin sakit dan seketikah ingatanku lumpuh dah sudah teriak teriak kesurupan omku yang ada di luar langsung panic seketika mereka riuh olehku yang ada di dalam kamar, mereka memanggil manggil namaku untuk membuka pintu tapi dalam alam bawah sadarku aku sudah tertekan di dalam terpaksa mereka mendobraknyai. Saudara satu-astunya mamaku ini langsung merangkulku dengan eratnya dan langsung, seketika semua orang langsung datang termaksud istrinya.
Setelah sekian lama menagis tak henti-henti,teriak teriak kesakitan sesosok pria yang selalu ku panggil etta pun berkata nak saya paham kehadiranmu, dan kami mengerti rasa pedulimu pada saudara kembarmu tapi tolong jangan di ganggu ya adeknya… ternyaita yang ada padaku malam itu adalah kedua saudara kembarku, saat itu rasanya tertekan sekali serasa berada di antara dua dunia lain begitulah penuturan orang orang yang melihatku malam itu. Tuhan ku sadar kehadiran ke dua kakak-ku yang di sana semoga mereka selalu mendampingiku agar bisa menata diri dan hidupku saat ini, sampai ke depan nantinya amin……







